bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah para pemirsa, pendengar Radio Muslim kaum muslimin rahimakumullah, Insya Allah kita kembali melanjutkan pembahasan kita dari kitab masail jahiliah. Dan insya Allah kita melanjutkan pembahasan pada bab atau masalah yang keempat puluh delapan. Masalah yang keempat puluh delapan yaitu kufur terhadap ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Pada pembahasan yang keempat puluh tujuh eh beliau menjelaskan tentang bin Amilah ini kekafiran mereka terhadap nikmat Allah subhanahu wa taala. Perlu kita ketahui bahwa nikmat Allah itu ada nikmat yang sifatnya duniawi segala nikmat-nikmat yang Allah berikan pada kita untuk mewujudkan kelangsungan kehidupan kita di dunia ini. Mmm nikmat ini Allah berikan kepada siapa pun dari kalangan manusia. Baik orang yang Allah cintai maupun orang yang Allah tidak cintai. Semuanya nikmat oleh Allah subhanahu wa taala Sebagaimana yang ditegaskan oleh Nabi sallallahu alaihi wasalam sesungguhnya Allah memberikan ke dunia ini kepada orang yang Allah cintai. Dan kepada orang yang tidak Allah cintai. Sehingga nikmat dunia ini, harta, jabatan, eh, fisik, ketampanan, kemudian anak, istri, dan segala macam yang berkaitan dengan kehidupan duniawi Allah berikan kepada siapa pun dari kalangan para mmm manusia. Baik yang Allah cintai maupun yang Allah cintai. Adapun Allah tidak akan memberikan nikmat agama, nikmat A, nikmat agama, nikmat iman, kecuali kepada orang Allah cintai. Yang dirahmati Allah taala, mengingkari nikmat Allah, kufur lawan dari para syukur. Apabila syukur itu seperti yang telah kita sampaikan kemarin, bahwa, orang dikatakan men Allah subhanahu wa taala. Ah, orang yang mereka mensyukuri nikmat, artinya dia betul-betul mene mmm mengeta, meyakini, mengetahui dan meyakini bahwa nikmat itu benar-benar datang dari Allah subhanahu wa taala. Kemudian mmm sehingga dia hatinya pun mengenal nikmat itu. Sehingga dalam tahapan ini itu mensyukuri dengan hati dia itu ada dua poin penting. Yang pertama mengenal bahwa itu nikmat, karena terkadang orang tidak merasa itu nikmat. Baru dia merasa nikmat itu ketika dicabut nikmat itu oleh Allah subhanahu wa taala. bisa melihat nikmat, bisa mendengar itu nikmat. Sehat itu nikmat, Lengkap mmm anggota tubuhnya nikmat dan seterusnya. Ah, seorang terkadang sering sekali tidak mmm merasa tidak menyadari bahwa itu semuanya merupakan nikmat dari Allah subhanahu wa taala. Sehingga lupa dengan nikmat Allah tersebut. Ah, seorang mereka bersyukur, dia pertama mengenal itu nikmat. Sehingga semua yang dia rasakan itu adalah nikmat. Dia tahu bahwa itu nikmat. Yang kedua, hati dia mengenal bahwa nikmat itu berasal dari Allah taala. Apa yang dia rasakan dari nikmat itu berasal dari Allah subhanahu wa taala. Ini yang pertama dia betul-betul mengenal dan meyakini bahwa nikmat itu berasal dari Allah taala. Yang kedua, orang dikatakan bersyukur kalau dia dosanya bersyukur dengan mengucapkan alhamdulillah sebagai bentuk nisbah nikmat itu kepada Allah subhanahu wa taala, sehingga dia tidak menisbatkan kepada selain Allah subhanahu wa taala eh kemudian juga di antara bentuk syukur dengan eh lisan adalah suka membicarakan nikmat-nikmat Allah ini kepada orang lain. Sehingga menunjukkan dia adalah orang yang mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada dia. Akan tetapi yang perlu diingat bahwa membicarakan nikmat kepada seorang itu mesti tidak lihat. Karena tidak setiap orang yang kita ajak bicara, kita sampaikan berita kita sampaikan habar tentang nikmat yang kita rasakan dari Allah taala, dia suka. Dia kadang-kadang pendengki. Sehingga ketika kita cerita nikmat, malah dia kemudian eh dunia itu berbuat buruk kepada kita. Menyampaikan nikmat Allah taala membicarakan nikmat Allah taala, juga tentu kepada orang-orang yang kita pandang akan bisa senang ikut senang dengan nikmat yang Allah berikan pada kita. Dan bahkan mendoakan tentang apa yang Allah berikan pada kita. Yang ketiga, orang dikatakan bersyukur nikmat itu kalau dia menjadikan nikmat itu sarana untuk semakin mendekat kepada Allah, mentaati Allah. Adapun orang yang mereka justru menggunakan nikmat itu untuk semakin bermaksiat kepada Allah taala, itu namanya kufur nikmat. Ini adalah haram yang mereka dikatakan mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala. Yang dirahmati Allah taala, para pendengar radio muslim rahimanir rahimakumullah. Maka nikmat mesti kita syukuri, jangan kita kufuri Ah nikmat yang kedua adalah nikmat dalam bentuk nikmat agama. Dan sesungguhnya ini nikmat yang paling besar. Nikmat yang tidak bisa ditukar dengan apa pun Nikmat yang apabila kita kehilangan nikmat agama ini, dunia dan sisinya yang Allah berikan pada kita, itu tidak akan bermanfaat, bermanfaat sama sekali. Kenapa? Karena nikmat agama inilah yang akan menyelamatkan kita kelak di yaumulkiamah. Yang kalau kita tidak mendapatkan nikmat agama ini, nikmat iman, sehingga kita tidak memiliki keislaman, tidak memiliki keimanan sehingga kita tidak mau melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala Maka kecelakaan kita kelak di hari kiamat, seandainya kita sekarang di dunia itu adalah orang yang successful, orang yang dunia dan sisinya, maka tidak akan bisa kita pakai untuk menebus kesulitan waktu kita menghadap Allah Taala. Cuba renungkan beberapa aa ayat Allah bagaimana Allah berbicara tentang orang-orang mereka menyesal lah dari kiamat kelak di mana di antara mereka ingin sekali menebus kesulitan yang mereka hadapi dari itu dengan segala kekayaan yang dia miliki walaupun bahkan kata Allah seandainya dia punya emas sebesar bumi dan dia pingin depan dia pengin pakai untuk menebus azab Allah, oh tidak bisa. Tidak bisa. Tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Sesungguhnya orang-orang kafir dan matinya dalam keadaan kafir. Orang-orang yang mereka dalam keadaan kafir maka seandainya mereka ingin menebus azab Allah dengan emas sebesar bumi, sama sekali tidak akan diterima oleh Allah taala. Bahkan di antara mereka bercita-cita seandainya orang yang zalim itu mereka memiliki bumi dan sisinya dua kali lipat lagi seakan mereka jadikan penebus agar mereka bisa selamat dari azab Allah taala. Tapi tidak akan diterima Allah taala. Bahkan di hari itu kita tidak akan bisa lagi mengandalkan siapa pun. Dari orang-orang yang menjadi koneksi kita. Relasi kita. Bahkan sekali pun keluarga kita, anak, istri, keluarga besar kita orang-orang hebat, mereka semuanya tidak lagi bisa menolong kita. Hari itu, orang benar-benar lari dari orang lain dalam rangka karena disibukkan dengan urusan kesulitan dirinya. Bukankah kita telah membaca sebuah ayat yang sering kita dengar Allah tegaskan, pada hari itu, seorang lari dari saudaranya. Dari ibu dan ayahnya, dari anak dan istrinya. Semua orang waktu itu sibuk dengan urusan dirinya sendiri-sendiri Ah, di sinilah maka orang tidak lagi bisa memberikan pertolongan orang lain. Oleh karena itulah orang apabila dia tidak mendapatkan nikmat agama ini betul-betul orang yang binasa, orang yang sengsara, orang dia benar-benar tidak akan bisa lagi menebus kesulitannya dengan apa pun yang dia itu miliki. Para pemirsa, kaum muslimin rahimakumullah. maka nikmat agama ini nikmat yang terbesar, nikmat yang paling besar Lalu maka beliau setelah membahas kufur nikmat pada bab yang keempat puluh tujuh, nikmat secara umum maka bab yang keempat puluh delapan adalah kekafiran mereka dengan ayat-ayat Allah secara total. Semuanya mengingkari ayat-ayat Allah subhanahu wa taala kalau mengingkari nikmat, kufur nikmat yang sifatnya nikmat duniawi, bisa jadi masuknya dalam batas al-Kabair Dosa-dosa besar. Tetapi kalau mengingkari nikmat dalam bentuk agama, ayat-ayat Allah, maka masuknya bisa ya ini kekafiran yang tidak akan lagi bisa eh dan ya kekafirannya akan menjadikan dia kekal di dalam neraka. Dan mengingkari ayat Allah ini bertingkat-tingkat, bertingkat-tingkat ada yang mengingkari total Semua ayat Allah tanpa kecuali. orang-orang musyrik mengingkari seluruh para nabi. Maka mereka sama dengan mengingkari semua agama mengingkari semua ayat-ayat Allah subhanahu wa taala karena Nabi dan Rasul datang dengan kalau mereka ingkari rasulnya pasti mereka akan kari, itu risalahnya. Ini sebagaimana orang musyrik yang mereka mengingkari semua para nabiullah alaihi salatu wasalam Mengingkari Taurat, mengingkari Injil, mengingkari Al-Qur'an, mengingkari semua Alkitab yang diturunkan Allah subhanahu wa taala Ini seperti yang Allah sebutkan di dalam sebuah ayat dan Allah ancam kekafiran seperti ini. Sesungguhnya orang-orang yang mereka mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka sombong dengan ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Mendustakan lagi sombong. Tidak akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit. Sombong itu ada dua. Sombong dalam bentuk akhlak ini merendahkan manusia karena dia merasa tinggi karena merasa kaya, merasa pejabat, merasa sukses, sehingga orang yang mereka tidak seperti dirinya dia remehkan. Ini orang yang kerasukan penyakit sombong. Dan sombong seperti ini juga yakni dosa besar Dosa besar diancam oleh Allah dengan ancaman-ancaman berbagai macam bentuk ancaman. Kemudian yang kedua sombong dalam tuk menolak kebenaran yang datang. Menolak kebenaran yang datang itu adalah kekafiran, kufrun akbar, kufur besar. kufur besar. Seperti kufurnya firaun yang menolak Nabi ialah Musa dengan dakwahnya. Kufurnya Namrud yang menolak Nabilah Ibrahim dengan dakwahnya kufurnya Orang musyrikin Quraisy yang menolak nabi dengan aa dakwahnya ketika mereka diajak mengucapkan kalimat lailahaillallah mereka sombong mereka ini adalah kesombongan dalam bentuk menolak agama Allah. Menolak ayat-ayat Allah. Ini kesombongan yang menjadikan seorang dia kafir. Sehingga ada kesombongan yang membuat seorang tuh kafir, ada kesombongan yang maksudnya adalah dosa besar Yang dia masih memiliki keislaman. Ah, orang yang mereka melakukan dosa besar dalam bentuk menolak ayat Allah. Ini kekafiran, mereka terancam dengan azab Allah jahanam, dan pihak. Orang-orang yang mereka الله سبحانه وتعالى. Para pemirsa kaum muslimin rahimani rahimakumullah Menolak aib Allah itu bisa dengan segala macam alasan Di antaranya mereka menolak dengan akal-akal mereka. Yang dikatakan agama enggak ma, agama enggak masuk akal, agama sifatnya dokternya saja hanya dogma saja, maka sebagian orang itu agama hanya akan membuat kacau balau saja. Ini tentu adalah pemikiran iblis yang seperti ini. Agama Allah turunkan itu untuk menata kehidupan dengan mmm sema semakin baik. Namanya saja juga orang bilang agama. A itida ini eh eh kacau agama, aturan yang membuat orang tidak kacau. Sehingga akan menjadi teratur, tertata menjadi baik Ah orang-orang yang mereka menolak agama dari Allah subhanahu wa taala, maka orang yang betul-betul orang yang mereka, yakni kufur. Terkadang menolak dengan akal mereka. Dia tolak ayat Allah subhanahu wa taala. Terkadang mereka menolak dengan alasan-alasan berbagai macam bentuk alasan. yang penolakan-penolakan itu menunjukkan tentang keangkuhan dan kesombongan mereka. Yang politikus menolak keputusan agama dengan mmm sikap-sikap politis mereka sufi menolak agama dengan ungkapan hati mereka lebih mengikuti suara-suara hati dibandingkan dengan syariat agama Allah subhanahu wa taala orang-orang akal ini mela dengan akal-akal mereka sehingga ragam beraneka ragam manusia dalam menolak agama Allah subhanahu wa taala Ah ini ada penolakan. Kufur terhadap ayat Al-Falah. Ada yang kufur dengan ayat itu, semua ayat Allah taala. Sehingga tidak ada satu pun kitab yang diimani. Seperti orang-orang musyrikin. Ada yang menolak ayat Allah itu menolak sebagian Ini seperti model kufurnya orang-orang Yahudi. orang-orang Nasrani. oleh karena itulah dalam bab yang berikutnya beliau membawakan itu pembahasan bab yang keempat puluh-sembilan, ini melakukan penentangan terhadap sebagian ayat Allah taala. Jadi menentang ayat Allah itu, mengingkari ayat Allah itu bisa macam-macam. Bisa total dia ingkari ayat-ayat Allah subhanahu wa taala bisa mereka mengingkari sebagian ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Seperti perilaku orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam surat mmm yang Allah sebutkan dalam surat Al-Baqarah, ayat yang kedelapan puluh-lima. Surah Al-Baqarah yang kedelapan puluh-lima Allah su ini firmankan di dalam ayat tersebut Sunah, Allah katakan dalam ayat ini Kemudian kalian membunuh diri, kalian sendiri وتخرجون فريقاً منكم من ديارهم تظاهرون عليهم بالاسم والعدوان. Commonyal the entaryang top one akala orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani mereka ini yang merasa mengimani kitab Nabilah Musa, Taurat, dan kitab Nabilah Isa, Injil. Lalu mereka mengingkari Al-Qur'anul Karim sesungguhnya mereka telah mengingkari semua kitab yang ada. Kalau seandainya mereka betul-betul mengimani Taurat dan saat ini betul-betul mereka mengimani Injil, pasti mereka akan mengimani Alquranul Karim. Karena Taurat dan Injil itu memuat berita tentang kenabian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bahkan Allah menyebutkan tentang perilaku orang-orang Yahudi yang memiliki yang memiliki pengetahuan mereka tentang nabi melalui kitab Taurat mereka seperti anak kandung mereka sendiri mereka mengenal Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu seperti mengenal anak kandungnya sendiri Tahu persis Akan tapi ketika Alquran nur karim datang maka mereka itu mengingkarinya. Ketika nabi datang mereka mengingkarinya. Sehingga Allah tegaskan apakah karena kitab dan mekanisme kitab yang lainnya? Injil, Zabur, Alquran semuanya datang dari Allah taala. yang sudah selayaknya sudah sewajibnya, seharusnya setiap muslim itu dia berusaha atau dia wajib mengimani semua kitab tersebut. Hanya tentu bentuk pengimanannya terhadap kitab-kitab masa lalu. Dengan Alquran yang sekarang, dengan kadar yang berbeda-beda. Kalau kitab-kitab yang berlalu, Taurat, Injil, Zabur Bagaimana cara kita mengimaninya? Di antaranya adalah kita mengimani secara global bahwa Allah subhanahu wa taala pernah menurunkan kitab yang namanya Tarab namanya Injil yang namanya zabur dan itu hak Tetapi sepeninggal para nabi yang Allah bawain kitab tersebut Kaum mereka melakukan perubahan-perubahan. Mereka merubah-rubah kitab dari tempat-tempat mereka. Ini penyimpangan yang mereka lakukan. Singer சுங்குவீங்க ஆராய்ந்த ஆராய்ந்தேன் Dan kata Allah kata dan Allah katakan, orang-orang yang mereka mengimani Quran dengan sebagian kitab mengingkari sebagian yang lainnya فمن تساء من يفعل ذلك منكم الا حسيٌ في الحياة الدنيا ويوم القيامة يردون الى شد العذاب. وما الله بغافلٍ عما عما تعملون. kehinaan yang akan mereka dapatkan di dunia MASAIL JAHILIYYAH Masail ke 47-49 : Kufur Nikmat - Ustadz Afifi Abdul Wadud حفظه الله, Radio Muslim Jogja, 302015421338409, Download Facebook video and save them to your devices to play anytime for free"> bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah para pemirsa, pendengar Radio Muslim kaum muslimin rahimakumullah, Insya Allah kita kembali melanjutkan pembahasan kita dari kitab masail jahiliah. Dan insya Allah kita melanjutkan pembahasan pada bab atau masalah yang keempat puluh delapan. Masalah yang keempat puluh delapan yaitu kufur terhadap ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Pada pembahasan yang keempat puluh tujuh eh beliau menjelaskan tentang bin Amilah ini kekafiran mereka terhadap nikmat Allah subhanahu wa taala. Perlu kita ketahui bahwa nikmat Allah itu ada nikmat yang sifatnya duniawi segala nikmat-nikmat yang Allah berikan pada kita untuk mewujudkan kelangsungan kehidupan kita di dunia ini. Mmm nikmat ini Allah berikan kepada siapa pun dari kalangan manusia. Baik orang yang Allah cintai maupun orang yang Allah tidak cintai. Semuanya nikmat oleh Allah subhanahu wa taala Sebagaimana yang ditegaskan oleh Nabi sallallahu alaihi wasalam sesungguhnya Allah memberikan ke dunia ini kepada orang yang Allah cintai. Dan kepada orang yang tidak Allah cintai. Sehingga nikmat dunia ini, harta, jabatan, eh, fisik, ketampanan, kemudian anak, istri, dan segala macam yang berkaitan dengan kehidupan duniawi Allah berikan kepada siapa pun dari kalangan para mmm manusia. Baik yang Allah cintai maupun yang Allah cintai. Adapun Allah tidak akan memberikan nikmat agama, nikmat A, nikmat agama, nikmat iman, kecuali kepada orang Allah cintai. Yang dirahmati Allah taala, mengingkari nikmat Allah, kufur lawan dari para syukur. Apabila syukur itu seperti yang telah kita sampaikan kemarin, bahwa, orang dikatakan men Allah subhanahu wa taala. Ah, orang yang mereka mensyukuri nikmat, artinya dia betul-betul mene mmm mengeta, meyakini, mengetahui dan meyakini bahwa nikmat itu benar-benar datang dari Allah subhanahu wa taala. Kemudian mmm sehingga dia hatinya pun mengenal nikmat itu. Sehingga dalam tahapan ini itu mensyukuri dengan hati dia itu ada dua poin penting. Yang pertama mengenal bahwa itu nikmat, karena terkadang orang tidak merasa itu nikmat. Baru dia merasa nikmat itu ketika dicabut nikmat itu oleh Allah subhanahu wa taala. bisa melihat nikmat, bisa mendengar itu nikmat. Sehat itu nikmat, Lengkap mmm anggota tubuhnya nikmat dan seterusnya. Ah, seorang terkadang sering sekali tidak mmm merasa tidak menyadari bahwa itu semuanya merupakan nikmat dari Allah subhanahu wa taala. Sehingga lupa dengan nikmat Allah tersebut. Ah, seorang mereka bersyukur, dia pertama mengenal itu nikmat. Sehingga semua yang dia rasakan itu adalah nikmat. Dia tahu bahwa itu nikmat. Yang kedua, hati dia mengenal bahwa nikmat itu berasal dari Allah taala. Apa yang dia rasakan dari nikmat itu berasal dari Allah subhanahu wa taala. Ini yang pertama dia betul-betul mengenal dan meyakini bahwa nikmat itu berasal dari Allah taala. Yang kedua, orang dikatakan bersyukur kalau dia dosanya bersyukur dengan mengucapkan alhamdulillah sebagai bentuk nisbah nikmat itu kepada Allah subhanahu wa taala, sehingga dia tidak menisbatkan kepada selain Allah subhanahu wa taala eh kemudian juga di antara bentuk syukur dengan eh lisan adalah suka membicarakan nikmat-nikmat Allah ini kepada orang lain. Sehingga menunjukkan dia adalah orang yang mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada dia. Akan tetapi yang perlu diingat bahwa membicarakan nikmat kepada seorang itu mesti tidak lihat. Karena tidak setiap orang yang kita ajak bicara, kita sampaikan berita kita sampaikan habar tentang nikmat yang kita rasakan dari Allah taala, dia suka. Dia kadang-kadang pendengki. Sehingga ketika kita cerita nikmat, malah dia kemudian eh dunia itu berbuat buruk kepada kita. Menyampaikan nikmat Allah taala membicarakan nikmat Allah taala, juga tentu kepada orang-orang yang kita pandang akan bisa senang ikut senang dengan nikmat yang Allah berikan pada kita. Dan bahkan mendoakan tentang apa yang Allah berikan pada kita. Yang ketiga, orang dikatakan bersyukur nikmat itu kalau dia menjadikan nikmat itu sarana untuk semakin mendekat kepada Allah, mentaati Allah. Adapun orang yang mereka justru menggunakan nikmat itu untuk semakin bermaksiat kepada Allah taala, itu namanya kufur nikmat. Ini adalah haram yang mereka dikatakan mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala. Yang dirahmati Allah taala, para pendengar radio muslim rahimanir rahimakumullah. Maka nikmat mesti kita syukuri, jangan kita kufuri Ah nikmat yang kedua adalah nikmat dalam bentuk nikmat agama. Dan sesungguhnya ini nikmat yang paling besar. Nikmat yang tidak bisa ditukar dengan apa pun Nikmat yang apabila kita kehilangan nikmat agama ini, dunia dan sisinya yang Allah berikan pada kita, itu tidak akan bermanfaat, bermanfaat sama sekali. Kenapa? Karena nikmat agama inilah yang akan menyelamatkan kita kelak di yaumulkiamah. Yang kalau kita tidak mendapatkan nikmat agama ini, nikmat iman, sehingga kita tidak memiliki keislaman, tidak memiliki keimanan sehingga kita tidak mau melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala Maka kecelakaan kita kelak di hari kiamat, seandainya kita sekarang di dunia itu adalah orang yang successful, orang yang dunia dan sisinya, maka tidak akan bisa kita pakai untuk menebus kesulitan waktu kita menghadap Allah Taala. Cuba renungkan beberapa aa ayat Allah bagaimana Allah berbicara tentang orang-orang mereka menyesal lah dari kiamat kelak di mana di antara mereka ingin sekali menebus kesulitan yang mereka hadapi dari itu dengan segala kekayaan yang dia miliki walaupun bahkan kata Allah seandainya dia punya emas sebesar bumi dan dia pingin depan dia pengin pakai untuk menebus azab Allah, oh tidak bisa. Tidak bisa. Tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Sesungguhnya orang-orang kafir dan matinya dalam keadaan kafir. Orang-orang yang mereka dalam keadaan kafir maka seandainya mereka ingin menebus azab Allah dengan emas sebesar bumi, sama sekali tidak akan diterima oleh Allah taala. Bahkan di antara mereka bercita-cita seandainya orang yang zalim itu mereka memiliki bumi dan sisinya dua kali lipat lagi seakan mereka jadikan penebus agar mereka bisa selamat dari azab Allah taala. Tapi tidak akan diterima Allah taala. Bahkan di hari itu kita tidak akan bisa lagi mengandalkan siapa pun. Dari orang-orang yang menjadi koneksi kita. Relasi kita. Bahkan sekali pun keluarga kita, anak, istri, keluarga besar kita orang-orang hebat, mereka semuanya tidak lagi bisa menolong kita. Hari itu, orang benar-benar lari dari orang lain dalam rangka karena disibukkan dengan urusan kesulitan dirinya. Bukankah kita telah membaca sebuah ayat yang sering kita dengar Allah tegaskan, pada hari itu, seorang lari dari saudaranya. Dari ibu dan ayahnya, dari anak dan istrinya. Semua orang waktu itu sibuk dengan urusan dirinya sendiri-sendiri Ah, di sinilah maka orang tidak lagi bisa memberikan pertolongan orang lain. Oleh karena itulah orang apabila dia tidak mendapatkan nikmat agama ini betul-betul orang yang binasa, orang yang sengsara, orang dia benar-benar tidak akan bisa lagi menebus kesulitannya dengan apa pun yang dia itu miliki. Para pemirsa, kaum muslimin rahimakumullah. maka nikmat agama ini nikmat yang terbesar, nikmat yang paling besar Lalu maka beliau setelah membahas kufur nikmat pada bab yang keempat puluh tujuh, nikmat secara umum maka bab yang keempat puluh delapan adalah kekafiran mereka dengan ayat-ayat Allah secara total. Semuanya mengingkari ayat-ayat Allah subhanahu wa taala kalau mengingkari nikmat, kufur nikmat yang sifatnya nikmat duniawi, bisa jadi masuknya dalam batas al-Kabair Dosa-dosa besar. Tetapi kalau mengingkari nikmat dalam bentuk agama, ayat-ayat Allah, maka masuknya bisa ya ini kekafiran yang tidak akan lagi bisa eh dan ya kekafirannya akan menjadikan dia kekal di dalam neraka. Dan mengingkari ayat Allah ini bertingkat-tingkat, bertingkat-tingkat ada yang mengingkari total Semua ayat Allah tanpa kecuali. orang-orang musyrik mengingkari seluruh para nabi. Maka mereka sama dengan mengingkari semua agama mengingkari semua ayat-ayat Allah subhanahu wa taala karena Nabi dan Rasul datang dengan kalau mereka ingkari rasulnya pasti mereka akan kari, itu risalahnya. Ini sebagaimana orang musyrik yang mereka mengingkari semua para nabiullah alaihi salatu wasalam Mengingkari Taurat, mengingkari Injil, mengingkari Al-Qur'an, mengingkari semua Alkitab yang diturunkan Allah subhanahu wa taala Ini seperti yang Allah sebutkan di dalam sebuah ayat dan Allah ancam kekafiran seperti ini. Sesungguhnya orang-orang yang mereka mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka sombong dengan ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Mendustakan lagi sombong. Tidak akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit. Sombong itu ada dua. Sombong dalam bentuk akhlak ini merendahkan manusia karena dia merasa tinggi karena merasa kaya, merasa pejabat, merasa sukses, sehingga orang yang mereka tidak seperti dirinya dia remehkan. Ini orang yang kerasukan penyakit sombong. Dan sombong seperti ini juga yakni dosa besar Dosa besar diancam oleh Allah dengan ancaman-ancaman berbagai macam bentuk ancaman. Kemudian yang kedua sombong dalam tuk menolak kebenaran yang datang. Menolak kebenaran yang datang itu adalah kekafiran, kufrun akbar, kufur besar. kufur besar. Seperti kufurnya firaun yang menolak Nabi ialah Musa dengan dakwahnya. Kufurnya Namrud yang menolak Nabilah Ibrahim dengan dakwahnya kufurnya Orang musyrikin Quraisy yang menolak nabi dengan aa dakwahnya ketika mereka diajak mengucapkan kalimat lailahaillallah mereka sombong mereka ini adalah kesombongan dalam bentuk menolak agama Allah. Menolak ayat-ayat Allah. Ini kesombongan yang menjadikan seorang dia kafir. Sehingga ada kesombongan yang membuat seorang tuh kafir, ada kesombongan yang maksudnya adalah dosa besar Yang dia masih memiliki keislaman. Ah, orang yang mereka melakukan dosa besar dalam bentuk menolak ayat Allah. Ini kekafiran, mereka terancam dengan azab Allah jahanam, dan pihak. Orang-orang yang mereka الله سبحانه وتعالى. Para pemirsa kaum muslimin rahimani rahimakumullah Menolak aib Allah itu bisa dengan segala macam alasan Di antaranya mereka menolak dengan akal-akal mereka. Yang dikatakan agama enggak ma, agama enggak masuk akal, agama sifatnya dokternya saja hanya dogma saja, maka sebagian orang itu agama hanya akan membuat kacau balau saja. Ini tentu adalah pemikiran iblis yang seperti ini. Agama Allah turunkan itu untuk menata kehidupan dengan mmm sema semakin baik. Namanya saja juga orang bilang agama. A itida ini eh eh kacau agama, aturan yang membuat orang tidak kacau. Sehingga akan menjadi teratur, tertata menjadi baik Ah orang-orang yang mereka menolak agama dari Allah subhanahu wa taala, maka orang yang betul-betul orang yang mereka, yakni kufur. Terkadang menolak dengan akal mereka. Dia tolak ayat Allah subhanahu wa taala. Terkadang mereka menolak dengan alasan-alasan berbagai macam bentuk alasan. yang penolakan-penolakan itu menunjukkan tentang keangkuhan dan kesombongan mereka. Yang politikus menolak keputusan agama dengan mmm sikap-sikap politis mereka sufi menolak agama dengan ungkapan hati mereka lebih mengikuti suara-suara hati dibandingkan dengan syariat agama Allah subhanahu wa taala orang-orang akal ini mela dengan akal-akal mereka sehingga ragam beraneka ragam manusia dalam menolak agama Allah subhanahu wa taala Ah ini ada penolakan. Kufur terhadap ayat Al-Falah. Ada yang kufur dengan ayat itu, semua ayat Allah taala. Sehingga tidak ada satu pun kitab yang diimani. Seperti orang-orang musyrikin. Ada yang menolak ayat Allah itu menolak sebagian Ini seperti model kufurnya orang-orang Yahudi. orang-orang Nasrani. oleh karena itulah dalam bab yang berikutnya beliau membawakan itu pembahasan bab yang keempat puluh-sembilan, ini melakukan penentangan terhadap sebagian ayat Allah taala. Jadi menentang ayat Allah itu, mengingkari ayat Allah itu bisa macam-macam. Bisa total dia ingkari ayat-ayat Allah subhanahu wa taala bisa mereka mengingkari sebagian ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Seperti perilaku orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam surat mmm yang Allah sebutkan dalam surat Al-Baqarah, ayat yang kedelapan puluh-lima. Surah Al-Baqarah yang kedelapan puluh-lima Allah su ini firmankan di dalam ayat tersebut Sunah, Allah katakan dalam ayat ini Kemudian kalian membunuh diri, kalian sendiri وتخرجون فريقاً منكم من ديارهم تظاهرون عليهم بالاسم والعدوان. Commonyal the entaryang top one akala orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani mereka ini yang merasa mengimani kitab Nabilah Musa, Taurat, dan kitab Nabilah Isa, Injil. Lalu mereka mengingkari Al-Qur'anul Karim sesungguhnya mereka telah mengingkari semua kitab yang ada. Kalau seandainya mereka betul-betul mengimani Taurat dan saat ini betul-betul mereka mengimani Injil, pasti mereka akan mengimani Alquranul Karim. Karena Taurat dan Injil itu memuat berita tentang kenabian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bahkan Allah menyebutkan tentang perilaku orang-orang Yahudi yang memiliki yang memiliki pengetahuan mereka tentang nabi melalui kitab Taurat mereka seperti anak kandung mereka sendiri mereka mengenal Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu seperti mengenal anak kandungnya sendiri Tahu persis Akan tapi ketika Alquran nur karim datang maka mereka itu mengingkarinya. Ketika nabi datang mereka mengingkarinya. Sehingga Allah tegaskan apakah karena kitab dan mekanisme kitab yang lainnya? Injil, Zabur, Alquran semuanya datang dari Allah taala. yang sudah selayaknya sudah sewajibnya, seharusnya setiap muslim itu dia berusaha atau dia wajib mengimani semua kitab tersebut. Hanya tentu bentuk pengimanannya terhadap kitab-kitab masa lalu. Dengan Alquran yang sekarang, dengan kadar yang berbeda-beda. Kalau kitab-kitab yang berlalu, Taurat, Injil, Zabur Bagaimana cara kita mengimaninya? Di antaranya adalah kita mengimani secara global bahwa Allah subhanahu wa taala pernah menurunkan kitab yang namanya Tarab namanya Injil yang namanya zabur dan itu hak Tetapi sepeninggal para nabi yang Allah bawain kitab tersebut Kaum mereka melakukan perubahan-perubahan. Mereka merubah-rubah kitab dari tempat-tempat mereka. Ini penyimpangan yang mereka lakukan. Singer சுங்குவீங்க ஆராய்ந்த ஆராய்ந்தேன் Dan kata Allah kata dan Allah katakan, orang-orang yang mereka mengimani Quran dengan sebagian kitab mengingkari sebagian yang lainnya فمن تساء من يفعل ذلك منكم الا حسيٌ في الحياة الدنيا ويوم القيامة يردون الى شد العذاب. وما الله بغافلٍ عما عما تعملون. kehinaan yang akan mereka dapatkan di dunia"> bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah para pemirsa, pendengar Radio Muslim kaum muslimin rahimakumullah, Insya Allah kita kembali melanjutkan pembahasan kita dari kitab masail jahiliah. Dan insya Allah kita melanjutkan pembahasan pada bab atau masalah yang keempat puluh delapan. Masalah yang keempat puluh delapan yaitu kufur terhadap ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Pada pembahasan yang keempat puluh tujuh eh beliau menjelaskan tentang bin Amilah ini kekafiran mereka terhadap nikmat Allah subhanahu wa taala. Perlu kita ketahui bahwa nikmat Allah itu ada nikmat yang sifatnya duniawi segala nikmat-nikmat yang Allah berikan pada kita untuk mewujudkan kelangsungan kehidupan kita di dunia ini. Mmm nikmat ini Allah berikan kepada siapa pun dari kalangan manusia. Baik orang yang Allah cintai maupun orang yang Allah tidak cintai. Semuanya nikmat oleh Allah subhanahu wa taala Sebagaimana yang ditegaskan oleh Nabi sallallahu alaihi wasalam sesungguhnya Allah memberikan ke dunia ini kepada orang yang Allah cintai. Dan kepada orang yang tidak Allah cintai. Sehingga nikmat dunia ini, harta, jabatan, eh, fisik, ketampanan, kemudian anak, istri, dan segala macam yang berkaitan dengan kehidupan duniawi Allah berikan kepada siapa pun dari kalangan para mmm manusia. Baik yang Allah cintai maupun yang Allah cintai. Adapun Allah tidak akan memberikan nikmat agama, nikmat A, nikmat agama, nikmat iman, kecuali kepada orang Allah cintai. Yang dirahmati Allah taala, mengingkari nikmat Allah, kufur lawan dari para syukur. Apabila syukur itu seperti yang telah kita sampaikan kemarin, bahwa, orang dikatakan men Allah subhanahu wa taala. Ah, orang yang mereka mensyukuri nikmat, artinya dia betul-betul mene mmm mengeta, meyakini, mengetahui dan meyakini bahwa nikmat itu benar-benar datang dari Allah subhanahu wa taala. Kemudian mmm sehingga dia hatinya pun mengenal nikmat itu. Sehingga dalam tahapan ini itu mensyukuri dengan hati dia itu ada dua poin penting. Yang pertama mengenal bahwa itu nikmat, karena terkadang orang tidak merasa itu nikmat. Baru dia merasa nikmat itu ketika dicabut nikmat itu oleh Allah subhanahu wa taala. bisa melihat nikmat, bisa mendengar itu nikmat. Sehat itu nikmat, Lengkap mmm anggota tubuhnya nikmat dan seterusnya. Ah, seorang terkadang sering sekali tidak mmm merasa tidak menyadari bahwa itu semuanya merupakan nikmat dari Allah subhanahu wa taala. Sehingga lupa dengan nikmat Allah tersebut. Ah, seorang mereka bersyukur, dia pertama mengenal itu nikmat. Sehingga semua yang dia rasakan itu adalah nikmat. Dia tahu bahwa itu nikmat. Yang kedua, hati dia mengenal bahwa nikmat itu berasal dari Allah taala. Apa yang dia rasakan dari nikmat itu berasal dari Allah subhanahu wa taala. Ini yang pertama dia betul-betul mengenal dan meyakini bahwa nikmat itu berasal dari Allah taala. Yang kedua, orang dikatakan bersyukur kalau dia dosanya bersyukur dengan mengucapkan alhamdulillah sebagai bentuk nisbah nikmat itu kepada Allah subhanahu wa taala, sehingga dia tidak menisbatkan kepada selain Allah subhanahu wa taala eh kemudian juga di antara bentuk syukur dengan eh lisan adalah suka membicarakan nikmat-nikmat Allah ini kepada orang lain. Sehingga menunjukkan dia adalah orang yang mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada dia. Akan tetapi yang perlu diingat bahwa membicarakan nikmat kepada seorang itu mesti tidak lihat. Karena tidak setiap orang yang kita ajak bicara, kita sampaikan berita kita sampaikan habar tentang nikmat yang kita rasakan dari Allah taala, dia suka. Dia kadang-kadang pendengki. Sehingga ketika kita cerita nikmat, malah dia kemudian eh dunia itu berbuat buruk kepada kita. Menyampaikan nikmat Allah taala membicarakan nikmat Allah taala, juga tentu kepada orang-orang yang kita pandang akan bisa senang ikut senang dengan nikmat yang Allah berikan pada kita. Dan bahkan mendoakan tentang apa yang Allah berikan pada kita. Yang ketiga, orang dikatakan bersyukur nikmat itu kalau dia menjadikan nikmat itu sarana untuk semakin mendekat kepada Allah, mentaati Allah. Adapun orang yang mereka justru menggunakan nikmat itu untuk semakin bermaksiat kepada Allah taala, itu namanya kufur nikmat. Ini adalah haram yang mereka dikatakan mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala. Yang dirahmati Allah taala, para pendengar radio muslim rahimanir rahimakumullah. Maka nikmat mesti kita syukuri, jangan kita kufuri Ah nikmat yang kedua adalah nikmat dalam bentuk nikmat agama. Dan sesungguhnya ini nikmat yang paling besar. Nikmat yang tidak bisa ditukar dengan apa pun Nikmat yang apabila kita kehilangan nikmat agama ini, dunia dan sisinya yang Allah berikan pada kita, itu tidak akan bermanfaat, bermanfaat sama sekali. Kenapa? Karena nikmat agama inilah yang akan menyelamatkan kita kelak di yaumulkiamah. Yang kalau kita tidak mendapatkan nikmat agama ini, nikmat iman, sehingga kita tidak memiliki keislaman, tidak memiliki keimanan sehingga kita tidak mau melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala Maka kecelakaan kita kelak di hari kiamat, seandainya kita sekarang di dunia itu adalah orang yang successful, orang yang dunia dan sisinya, maka tidak akan bisa kita pakai untuk menebus kesulitan waktu kita menghadap Allah Taala. Cuba renungkan beberapa aa ayat Allah bagaimana Allah berbicara tentang orang-orang mereka menyesal lah dari kiamat kelak di mana di antara mereka ingin sekali menebus kesulitan yang mereka hadapi dari itu dengan segala kekayaan yang dia miliki walaupun bahkan kata Allah seandainya dia punya emas sebesar bumi dan dia pingin depan dia pengin pakai untuk menebus azab Allah, oh tidak bisa. Tidak bisa. Tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Sesungguhnya orang-orang kafir dan matinya dalam keadaan kafir. Orang-orang yang mereka dalam keadaan kafir maka seandainya mereka ingin menebus azab Allah dengan emas sebesar bumi, sama sekali tidak akan diterima oleh Allah taala. Bahkan di antara mereka bercita-cita seandainya orang yang zalim itu mereka memiliki bumi dan sisinya dua kali lipat lagi seakan mereka jadikan penebus agar mereka bisa selamat dari azab Allah taala. Tapi tidak akan diterima Allah taala. Bahkan di hari itu kita tidak akan bisa lagi mengandalkan siapa pun. Dari orang-orang yang menjadi koneksi kita. Relasi kita. Bahkan sekali pun keluarga kita, anak, istri, keluarga besar kita orang-orang hebat, mereka semuanya tidak lagi bisa menolong kita. Hari itu, orang benar-benar lari dari orang lain dalam rangka karena disibukkan dengan urusan kesulitan dirinya. Bukankah kita telah membaca sebuah ayat yang sering kita dengar Allah tegaskan, pada hari itu, seorang lari dari saudaranya. Dari ibu dan ayahnya, dari anak dan istrinya. Semua orang waktu itu sibuk dengan urusan dirinya sendiri-sendiri Ah, di sinilah maka orang tidak lagi bisa memberikan pertolongan orang lain. Oleh karena itulah orang apabila dia tidak mendapatkan nikmat agama ini betul-betul orang yang binasa, orang yang sengsara, orang dia benar-benar tidak akan bisa lagi menebus kesulitannya dengan apa pun yang dia itu miliki. Para pemirsa, kaum muslimin rahimakumullah. maka nikmat agama ini nikmat yang terbesar, nikmat yang paling besar Lalu maka beliau setelah membahas kufur nikmat pada bab yang keempat puluh tujuh, nikmat secara umum maka bab yang keempat puluh delapan adalah kekafiran mereka dengan ayat-ayat Allah secara total. Semuanya mengingkari ayat-ayat Allah subhanahu wa taala kalau mengingkari nikmat, kufur nikmat yang sifatnya nikmat duniawi, bisa jadi masuknya dalam batas al-Kabair Dosa-dosa besar. Tetapi kalau mengingkari nikmat dalam bentuk agama, ayat-ayat Allah, maka masuknya bisa ya ini kekafiran yang tidak akan lagi bisa eh dan ya kekafirannya akan menjadikan dia kekal di dalam neraka. Dan mengingkari ayat Allah ini bertingkat-tingkat, bertingkat-tingkat ada yang mengingkari total Semua ayat Allah tanpa kecuali. orang-orang musyrik mengingkari seluruh para nabi. Maka mereka sama dengan mengingkari semua agama mengingkari semua ayat-ayat Allah subhanahu wa taala karena Nabi dan Rasul datang dengan kalau mereka ingkari rasulnya pasti mereka akan kari, itu risalahnya. Ini sebagaimana orang musyrik yang mereka mengingkari semua para nabiullah alaihi salatu wasalam Mengingkari Taurat, mengingkari Injil, mengingkari Al-Qur'an, mengingkari semua Alkitab yang diturunkan Allah subhanahu wa taala Ini seperti yang Allah sebutkan di dalam sebuah ayat dan Allah ancam kekafiran seperti ini. Sesungguhnya orang-orang yang mereka mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka sombong dengan ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Mendustakan lagi sombong. Tidak akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit. Sombong itu ada dua. Sombong dalam bentuk akhlak ini merendahkan manusia karena dia merasa tinggi karena merasa kaya, merasa pejabat, merasa sukses, sehingga orang yang mereka tidak seperti dirinya dia remehkan. Ini orang yang kerasukan penyakit sombong. Dan sombong seperti ini juga yakni dosa besar Dosa besar diancam oleh Allah dengan ancaman-ancaman berbagai macam bentuk ancaman. Kemudian yang kedua sombong dalam tuk menolak kebenaran yang datang. Menolak kebenaran yang datang itu adalah kekafiran, kufrun akbar, kufur besar. kufur besar. Seperti kufurnya firaun yang menolak Nabi ialah Musa dengan dakwahnya. Kufurnya Namrud yang menolak Nabilah Ibrahim dengan dakwahnya kufurnya Orang musyrikin Quraisy yang menolak nabi dengan aa dakwahnya ketika mereka diajak mengucapkan kalimat lailahaillallah mereka sombong mereka ini adalah kesombongan dalam bentuk menolak agama Allah. Menolak ayat-ayat Allah. Ini kesombongan yang menjadikan seorang dia kafir. Sehingga ada kesombongan yang membuat seorang tuh kafir, ada kesombongan yang maksudnya adalah dosa besar Yang dia masih memiliki keislaman. Ah, orang yang mereka melakukan dosa besar dalam bentuk menolak ayat Allah. Ini kekafiran, mereka terancam dengan azab Allah jahanam, dan pihak. Orang-orang yang mereka الله سبحانه وتعالى. Para pemirsa kaum muslimin rahimani rahimakumullah Menolak aib Allah itu bisa dengan segala macam alasan Di antaranya mereka menolak dengan akal-akal mereka. Yang dikatakan agama enggak ma, agama enggak masuk akal, agama sifatnya dokternya saja hanya dogma saja, maka sebagian orang itu agama hanya akan membuat kacau balau saja. Ini tentu adalah pemikiran iblis yang seperti ini. Agama Allah turunkan itu untuk menata kehidupan dengan mmm sema semakin baik. Namanya saja juga orang bilang agama. A itida ini eh eh kacau agama, aturan yang membuat orang tidak kacau. Sehingga akan menjadi teratur, tertata menjadi baik Ah orang-orang yang mereka menolak agama dari Allah subhanahu wa taala, maka orang yang betul-betul orang yang mereka, yakni kufur. Terkadang menolak dengan akal mereka. Dia tolak ayat Allah subhanahu wa taala. Terkadang mereka menolak dengan alasan-alasan berbagai macam bentuk alasan. yang penolakan-penolakan itu menunjukkan tentang keangkuhan dan kesombongan mereka. Yang politikus menolak keputusan agama dengan mmm sikap-sikap politis mereka sufi menolak agama dengan ungkapan hati mereka lebih mengikuti suara-suara hati dibandingkan dengan syariat agama Allah subhanahu wa taala orang-orang akal ini mela dengan akal-akal mereka sehingga ragam beraneka ragam manusia dalam menolak agama Allah subhanahu wa taala Ah ini ada penolakan. Kufur terhadap ayat Al-Falah. Ada yang kufur dengan ayat itu, semua ayat Allah taala. Sehingga tidak ada satu pun kitab yang diimani. Seperti orang-orang musyrikin. Ada yang menolak ayat Allah itu menolak sebagian Ini seperti model kufurnya orang-orang Yahudi. orang-orang Nasrani. oleh karena itulah dalam bab yang berikutnya beliau membawakan itu pembahasan bab yang keempat puluh-sembilan, ini melakukan penentangan terhadap sebagian ayat Allah taala. Jadi menentang ayat Allah itu, mengingkari ayat Allah itu bisa macam-macam. Bisa total dia ingkari ayat-ayat Allah subhanahu wa taala bisa mereka mengingkari sebagian ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Seperti perilaku orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam surat mmm yang Allah sebutkan dalam surat Al-Baqarah, ayat yang kedelapan puluh-lima. Surah Al-Baqarah yang kedelapan puluh-lima Allah su ini firmankan di dalam ayat tersebut Sunah, Allah katakan dalam ayat ini Kemudian kalian membunuh diri, kalian sendiri وتخرجون فريقاً منكم من ديارهم تظاهرون عليهم بالاسم والعدوان. Commonyal the entaryang top one akala orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani mereka ini yang merasa mengimani kitab Nabilah Musa, Taurat, dan kitab Nabilah Isa, Injil. Lalu mereka mengingkari Al-Qur'anul Karim sesungguhnya mereka telah mengingkari semua kitab yang ada. Kalau seandainya mereka betul-betul mengimani Taurat dan saat ini betul-betul mereka mengimani Injil, pasti mereka akan mengimani Alquranul Karim. Karena Taurat dan Injil itu memuat berita tentang kenabian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bahkan Allah menyebutkan tentang perilaku orang-orang Yahudi yang memiliki yang memiliki pengetahuan mereka tentang nabi melalui kitab Taurat mereka seperti anak kandung mereka sendiri mereka mengenal Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu seperti mengenal anak kandungnya sendiri Tahu persis Akan tapi ketika Alquran nur karim datang maka mereka itu mengingkarinya. Ketika nabi datang mereka mengingkarinya. Sehingga Allah tegaskan apakah karena kitab dan mekanisme kitab yang lainnya? Injil, Zabur, Alquran semuanya datang dari Allah taala. yang sudah selayaknya sudah sewajibnya, seharusnya setiap muslim itu dia berusaha atau dia wajib mengimani semua kitab tersebut. Hanya tentu bentuk pengimanannya terhadap kitab-kitab masa lalu. Dengan Alquran yang sekarang, dengan kadar yang berbeda-beda. Kalau kitab-kitab yang berlalu, Taurat, Injil, Zabur Bagaimana cara kita mengimaninya? Di antaranya adalah kita mengimani secara global bahwa Allah subhanahu wa taala pernah menurunkan kitab yang namanya Tarab namanya Injil yang namanya zabur dan itu hak Tetapi sepeninggal para nabi yang Allah bawain kitab tersebut Kaum mereka melakukan perubahan-perubahan. Mereka merubah-rubah kitab dari tempat-tempat mereka. Ini penyimpangan yang mereka lakukan. Singer சுங்குவீங்க ஆராய்ந்த ஆராய்ந்தேன் Dan kata Allah kata dan Allah katakan, orang-orang yang mereka mengimani Quran dengan sebagian kitab mengingkari sebagian yang lainnya فمن تساء من يفعل ذلك منكم الا حسيٌ في الحياة الدنيا ويوم القيامة يردون الى شد العذاب. وما الله بغافلٍ عما عما تعملون. kehinaan yang akan mereka dapatkan di dunia" />

MASAIL JAHILIYYAH Masail ke 47-49 : Kufur Nikmat - Ustadz Afifi Abdul Wadud حفظه الله

Download MP4 SD 78.85MB
  • QR code for mobile device to download SD video

🖊 Khazanah Islam
📚 Syarah Kitab Masail Jahiliyyah
Masail ke 47-49
📍 "Kufur Nikmat"

🎙 Bersama Ustadz Afifi Abdul Wadud hafidzahullah ta'ala⁠
⏰...
bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah para pemirsa, pendengar Radio Muslim kaum muslimin rahimakumullah, Insya Allah kita kembali melanjutkan pembahasan kita dari kitab masail jahiliah. Dan insya Allah kita melanjutkan pembahasan pada bab atau masalah yang keempat puluh delapan. Masalah yang keempat puluh delapan yaitu kufur terhadap ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Pada pembahasan yang keempat puluh tujuh eh beliau menjelaskan tentang bin Amilah ini kekafiran mereka terhadap nikmat Allah subhanahu wa taala. Perlu kita ketahui bahwa nikmat Allah itu ada nikmat yang sifatnya duniawi segala nikmat-nikmat yang Allah berikan pada kita untuk mewujudkan kelangsungan kehidupan kita di dunia ini. Mmm nikmat ini Allah berikan kepada siapa pun dari kalangan manusia. Baik orang yang Allah cintai maupun orang yang Allah tidak cintai. Semuanya nikmat oleh Allah subhanahu wa taala Sebagaimana yang ditegaskan oleh Nabi sallallahu alaihi wasalam sesungguhnya Allah memberikan ke dunia ini kepada orang yang Allah cintai. Dan kepada orang yang tidak Allah cintai. Sehingga nikmat dunia ini, harta, jabatan, eh, fisik, ketampanan, kemudian anak, istri, dan segala macam yang berkaitan dengan kehidupan duniawi Allah berikan kepada siapa pun dari kalangan para mmm manusia. Baik yang Allah cintai maupun yang Allah cintai. Adapun Allah tidak akan memberikan nikmat agama, nikmat A, nikmat agama, nikmat iman, kecuali kepada orang Allah cintai. Yang dirahmati Allah taala, mengingkari nikmat Allah, kufur lawan dari para syukur. Apabila syukur itu seperti yang telah kita sampaikan kemarin, bahwa, orang dikatakan men Allah subhanahu wa taala. Ah, orang yang mereka mensyukuri nikmat, artinya dia betul-betul mene mmm mengeta, meyakini, mengetahui dan meyakini bahwa nikmat itu benar-benar datang dari Allah subhanahu wa taala. Kemudian mmm sehingga dia hatinya pun mengenal nikmat itu. Sehingga dalam tahapan ini itu mensyukuri dengan hati dia itu ada dua poin penting. Yang pertama mengenal bahwa itu nikmat, karena terkadang orang tidak merasa itu nikmat. Baru dia merasa nikmat itu ketika dicabut nikmat itu oleh Allah subhanahu wa taala. bisa melihat nikmat, bisa mendengar itu nikmat. Sehat itu nikmat, Lengkap mmm anggota tubuhnya nikmat dan seterusnya. Ah, seorang terkadang sering sekali tidak mmm merasa tidak menyadari bahwa itu semuanya merupakan nikmat dari Allah subhanahu wa taala. Sehingga lupa dengan nikmat Allah tersebut. Ah, seorang mereka bersyukur, dia pertama mengenal itu nikmat. Sehingga semua yang dia rasakan itu adalah nikmat. Dia tahu bahwa itu nikmat. Yang kedua, hati dia mengenal bahwa nikmat itu berasal dari Allah taala. Apa yang dia rasakan dari nikmat itu berasal dari Allah subhanahu wa taala. Ini yang pertama dia betul-betul mengenal dan meyakini bahwa nikmat itu berasal dari Allah taala. Yang kedua, orang dikatakan bersyukur kalau dia dosanya bersyukur dengan mengucapkan alhamdulillah sebagai bentuk nisbah nikmat itu kepada Allah subhanahu wa taala, sehingga dia tidak menisbatkan kepada selain Allah subhanahu wa taala eh kemudian juga di antara bentuk syukur dengan eh lisan adalah suka membicarakan nikmat-nikmat Allah ini kepada orang lain. Sehingga menunjukkan dia adalah orang yang mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepada dia. Akan tetapi yang perlu diingat bahwa membicarakan nikmat kepada seorang itu mesti tidak lihat. Karena tidak setiap orang yang kita ajak bicara, kita sampaikan berita kita sampaikan habar tentang nikmat yang kita rasakan dari Allah taala, dia suka. Dia kadang-kadang pendengki. Sehingga ketika kita cerita nikmat, malah dia kemudian eh dunia itu berbuat buruk kepada kita. Menyampaikan nikmat Allah taala membicarakan nikmat Allah taala, juga tentu kepada orang-orang yang kita pandang akan bisa senang ikut senang dengan nikmat yang Allah berikan pada kita. Dan bahkan mendoakan tentang apa yang Allah berikan pada kita. Yang ketiga, orang dikatakan bersyukur nikmat itu kalau dia menjadikan nikmat itu sarana untuk semakin mendekat kepada Allah, mentaati Allah. Adapun orang yang mereka justru menggunakan nikmat itu untuk semakin bermaksiat kepada Allah taala, itu namanya kufur nikmat. Ini adalah haram yang mereka dikatakan mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa taala. Yang dirahmati Allah taala, para pendengar radio muslim rahimanir rahimakumullah. Maka nikmat mesti kita syukuri, jangan kita kufuri Ah nikmat yang kedua adalah nikmat dalam bentuk nikmat agama. Dan sesungguhnya ini nikmat yang paling besar. Nikmat yang tidak bisa ditukar dengan apa pun Nikmat yang apabila kita kehilangan nikmat agama ini, dunia dan sisinya yang Allah berikan pada kita, itu tidak akan bermanfaat, bermanfaat sama sekali. Kenapa? Karena nikmat agama inilah yang akan menyelamatkan kita kelak di yaumulkiamah. Yang kalau kita tidak mendapatkan nikmat agama ini, nikmat iman, sehingga kita tidak memiliki keislaman, tidak memiliki keimanan sehingga kita tidak mau melakukan ketaatan-ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala Maka kecelakaan kita kelak di hari kiamat, seandainya kita sekarang di dunia itu adalah orang yang successful, orang yang dunia dan sisinya, maka tidak akan bisa kita pakai untuk menebus kesulitan waktu kita menghadap Allah Taala. Cuba renungkan beberapa aa ayat Allah bagaimana Allah berbicara tentang orang-orang mereka menyesal lah dari kiamat kelak di mana di antara mereka ingin sekali menebus kesulitan yang mereka hadapi dari itu dengan segala kekayaan yang dia miliki walaupun bahkan kata Allah seandainya dia punya emas sebesar bumi dan dia pingin depan dia pengin pakai untuk menebus azab Allah, oh tidak bisa. Tidak bisa. Tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Sesungguhnya orang-orang kafir dan matinya dalam keadaan kafir. Orang-orang yang mereka dalam keadaan kafir maka seandainya mereka ingin menebus azab Allah dengan emas sebesar bumi, sama sekali tidak akan diterima oleh Allah taala. Bahkan di antara mereka bercita-cita seandainya orang yang zalim itu mereka memiliki bumi dan sisinya dua kali lipat lagi seakan mereka jadikan penebus agar mereka bisa selamat dari azab Allah taala. Tapi tidak akan diterima Allah taala. Bahkan di hari itu kita tidak akan bisa lagi mengandalkan siapa pun. Dari orang-orang yang menjadi koneksi kita. Relasi kita. Bahkan sekali pun keluarga kita, anak, istri, keluarga besar kita orang-orang hebat, mereka semuanya tidak lagi bisa menolong kita. Hari itu, orang benar-benar lari dari orang lain dalam rangka karena disibukkan dengan urusan kesulitan dirinya. Bukankah kita telah membaca sebuah ayat yang sering kita dengar Allah tegaskan, pada hari itu, seorang lari dari saudaranya. Dari ibu dan ayahnya, dari anak dan istrinya. Semua orang waktu itu sibuk dengan urusan dirinya sendiri-sendiri Ah, di sinilah maka orang tidak lagi bisa memberikan pertolongan orang lain. Oleh karena itulah orang apabila dia tidak mendapatkan nikmat agama ini betul-betul orang yang binasa, orang yang sengsara, orang dia benar-benar tidak akan bisa lagi menebus kesulitannya dengan apa pun yang dia itu miliki. Para pemirsa, kaum muslimin rahimakumullah. maka nikmat agama ini nikmat yang terbesar, nikmat yang paling besar Lalu maka beliau setelah membahas kufur nikmat pada bab yang keempat puluh tujuh, nikmat secara umum maka bab yang keempat puluh delapan adalah kekafiran mereka dengan ayat-ayat Allah secara total. Semuanya mengingkari ayat-ayat Allah subhanahu wa taala kalau mengingkari nikmat, kufur nikmat yang sifatnya nikmat duniawi, bisa jadi masuknya dalam batas al-Kabair Dosa-dosa besar. Tetapi kalau mengingkari nikmat dalam bentuk agama, ayat-ayat Allah, maka masuknya bisa ya ini kekafiran yang tidak akan lagi bisa eh dan ya kekafirannya akan menjadikan dia kekal di dalam neraka. Dan mengingkari ayat Allah ini bertingkat-tingkat, bertingkat-tingkat ada yang mengingkari total Semua ayat Allah tanpa kecuali. orang-orang musyrik mengingkari seluruh para nabi. Maka mereka sama dengan mengingkari semua agama mengingkari semua ayat-ayat Allah subhanahu wa taala karena Nabi dan Rasul datang dengan kalau mereka ingkari rasulnya pasti mereka akan kari, itu risalahnya. Ini sebagaimana orang musyrik yang mereka mengingkari semua para nabiullah alaihi salatu wasalam Mengingkari Taurat, mengingkari Injil, mengingkari Al-Qur'an, mengingkari semua Alkitab yang diturunkan Allah subhanahu wa taala Ini seperti yang Allah sebutkan di dalam sebuah ayat dan Allah ancam kekafiran seperti ini. Sesungguhnya orang-orang yang mereka mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka sombong dengan ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Mendustakan lagi sombong. Tidak akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit. Sombong itu ada dua. Sombong dalam bentuk akhlak ini merendahkan manusia karena dia merasa tinggi karena merasa kaya, merasa pejabat, merasa sukses, sehingga orang yang mereka tidak seperti dirinya dia remehkan. Ini orang yang kerasukan penyakit sombong. Dan sombong seperti ini juga yakni dosa besar Dosa besar diancam oleh Allah dengan ancaman-ancaman berbagai macam bentuk ancaman. Kemudian yang kedua sombong dalam tuk menolak kebenaran yang datang. Menolak kebenaran yang datang itu adalah kekafiran, kufrun akbar, kufur besar. kufur besar. Seperti kufurnya firaun yang menolak Nabi ialah Musa dengan dakwahnya. Kufurnya Namrud yang menolak Nabilah Ibrahim dengan dakwahnya kufurnya Orang musyrikin Quraisy yang menolak nabi dengan aa dakwahnya ketika mereka diajak mengucapkan kalimat lailahaillallah mereka sombong mereka ini adalah kesombongan dalam bentuk menolak agama Allah. Menolak ayat-ayat Allah. Ini kesombongan yang menjadikan seorang dia kafir. Sehingga ada kesombongan yang membuat seorang tuh kafir, ada kesombongan yang maksudnya adalah dosa besar Yang dia masih memiliki keislaman. Ah, orang yang mereka melakukan dosa besar dalam bentuk menolak ayat Allah. Ini kekafiran, mereka terancam dengan azab Allah jahanam, dan pihak. Orang-orang yang mereka الله سبحانه وتعالى. Para pemirsa kaum muslimin rahimani rahimakumullah Menolak aib Allah itu bisa dengan segala macam alasan Di antaranya mereka menolak dengan akal-akal mereka. Yang dikatakan agama enggak ma, agama enggak masuk akal, agama sifatnya dokternya saja hanya dogma saja, maka sebagian orang itu agama hanya akan membuat kacau balau saja. Ini tentu adalah pemikiran iblis yang seperti ini. Agama Allah turunkan itu untuk menata kehidupan dengan mmm sema semakin baik. Namanya saja juga orang bilang agama. A itida ini eh eh kacau agama, aturan yang membuat orang tidak kacau. Sehingga akan menjadi teratur, tertata menjadi baik Ah orang-orang yang mereka menolak agama dari Allah subhanahu wa taala, maka orang yang betul-betul orang yang mereka, yakni kufur. Terkadang menolak dengan akal mereka. Dia tolak ayat Allah subhanahu wa taala. Terkadang mereka menolak dengan alasan-alasan berbagai macam bentuk alasan. yang penolakan-penolakan itu menunjukkan tentang keangkuhan dan kesombongan mereka. Yang politikus menolak keputusan agama dengan mmm sikap-sikap politis mereka sufi menolak agama dengan ungkapan hati mereka lebih mengikuti suara-suara hati dibandingkan dengan syariat agama Allah subhanahu wa taala orang-orang akal ini mela dengan akal-akal mereka sehingga ragam beraneka ragam manusia dalam menolak agama Allah subhanahu wa taala Ah ini ada penolakan. Kufur terhadap ayat Al-Falah. Ada yang kufur dengan ayat itu, semua ayat Allah taala. Sehingga tidak ada satu pun kitab yang diimani. Seperti orang-orang musyrikin. Ada yang menolak ayat Allah itu menolak sebagian Ini seperti model kufurnya orang-orang Yahudi. orang-orang Nasrani. oleh karena itulah dalam bab yang berikutnya beliau membawakan itu pembahasan bab yang keempat puluh-sembilan, ini melakukan penentangan terhadap sebagian ayat Allah taala. Jadi menentang ayat Allah itu, mengingkari ayat Allah itu bisa macam-macam. Bisa total dia ingkari ayat-ayat Allah subhanahu wa taala bisa mereka mengingkari sebagian ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. Seperti perilaku orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam surat mmm yang Allah sebutkan dalam surat Al-Baqarah, ayat yang kedelapan puluh-lima. Surah Al-Baqarah yang kedelapan puluh-lima Allah su ini firmankan di dalam ayat tersebut Sunah, Allah katakan dalam ayat ini Kemudian kalian membunuh diri, kalian sendiri وتخرجون فريقاً منكم من ديارهم تظاهرون عليهم بالاسم والعدوان. Commonyal the entaryang top one akala orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani mereka ini yang merasa mengimani kitab Nabilah Musa, Taurat, dan kitab Nabilah Isa, Injil. Lalu mereka mengingkari Al-Qur'anul Karim sesungguhnya mereka telah mengingkari semua kitab yang ada. Kalau seandainya mereka betul-betul mengimani Taurat dan saat ini betul-betul mereka mengimani Injil, pasti mereka akan mengimani Alquranul Karim. Karena Taurat dan Injil itu memuat berita tentang kenabian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Bahkan Allah menyebutkan tentang perilaku orang-orang Yahudi yang memiliki yang memiliki pengetahuan mereka tentang nabi melalui kitab Taurat mereka seperti anak kandung mereka sendiri mereka mengenal Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu seperti mengenal anak kandungnya sendiri Tahu persis Akan tapi ketika Alquran nur karim datang maka mereka itu mengingkarinya. Ketika nabi datang mereka mengingkarinya. Sehingga Allah tegaskan apakah karena kitab dan mekanisme kitab yang lainnya? Injil, Zabur, Alquran semuanya datang dari Allah taala. yang sudah selayaknya sudah sewajibnya, seharusnya setiap muslim itu dia berusaha atau dia wajib mengimani semua kitab tersebut. Hanya tentu bentuk pengimanannya terhadap kitab-kitab masa lalu. Dengan Alquran yang sekarang, dengan kadar yang berbeda-beda. Kalau kitab-kitab yang berlalu, Taurat, Injil, Zabur Bagaimana cara kita mengimaninya? Di antaranya adalah kita mengimani secara global bahwa Allah subhanahu wa taala pernah menurunkan kitab yang namanya Tarab namanya Injil yang namanya zabur dan itu hak Tetapi sepeninggal para nabi yang Allah bawain kitab tersebut Kaum mereka melakukan perubahan-perubahan. Mereka merubah-rubah kitab dari tempat-tempat mereka. Ini penyimpangan yang mereka lakukan. Singer சுங்குவீங்க ஆராய்ந்த ஆராய்ந்தேன் Dan kata Allah kata dan Allah katakan, orang-orang yang mereka mengimani Quran dengan sebagian kitab mengingkari sebagian yang lainnya فمن تساء من يفعل ذلك منكم الا حسيٌ في الحياة الدنيا ويوم القيامة يردون الى شد العذاب. وما الله بغافلٍ عما عما تعملون. kehinaan yang akan mereka dapatkan di dunia

Posted 9 days ago in Religion & Spirituality